Rabu, 23 November 2011
Duet Andrea Bocelli dan Dira Sugandi
JAKARTA– Kolaborasi antara Andrea Bocelli dengan penyanyi jazz Dira Sugandi memang sangat ditunggu oleh masyarakat Indonesia dan benar saja, penampilan mereka berdua malam tadi sangat memukau.
Dira memang sepertinya sengaja diletakkan pada penampilan terakhir konser tersebut untuk membuat penonton penasaran. Dan ketika konser terlihat akan berakhir, tiba-tiba Bocelli keluar panggung lagi dengan menggandeng Dira yang mengenakan gaun merah.
Perempuan berkulit cokelat ini pun tampak terharu saat bersanding di atas panggung dengan penyanyi pop tenor yang sangat mendunia ini.
“Saya rasa anda adalah penyanyi paling indah di planet ini. Orang tua saya, ibu saya, sangat ingin bisa bernyanyi dengan anda dan sekarang saya ada di sini bersama anda,” ungkap Dira sambil terharu pada konser Andrea Bocelli di Grand Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (15/5/2011).
Ungkapan Dira ini langsung disambut para penonton dengan meriah dan mereka langsung menyanyikan The Prayer dengan fantastis.
Dira terlihat sangat menikmati penampilannya, mereka saling bersaling bersahutan dalam menyanyikan lagu tersebut. Suara Dira yang berbasic dasar jazz pun tak kalah apik dengan Bocelli, dan pada nada-nada tinggi, Dira sukses melewatinya dengan mulus.
Selesai membawakan lagu yang sempat dipopulerkan oleh Celine Dion ini, gemuruh tepuk tangan langsung berhamburan dan tidak sedikit juga para penonton yang berdiri untuk memberikan applause sekaligus penghormatan kepada Bocelli dan Dira Sugandi.
Kamis, 17 November 2011
Hari Pahlawan
Hari ini kita memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan Indonesia. Walaupun sejarah menyebutkan hari Pahlawan merupakan peringatan Pertempuran di Surabaya, namun hari ini dinyatakan sebagai hari nasional di Indonesia karena menginspirasi perjuangan dalam rangka mendapatkan kemerdekaan Indonesia.
Untuk itu tidak ada salahnya saya menuliskan sebuah artikel tentang Pertempuran arek-arek surabaya dengan para penjajah. Tulisan tentang Pertempuran Surabaya ini merupakan terjemahan dari artikel berbahasa inggris yang berjudul Battle of Surabaya.
Battle of Surabaya adalah pertempuran antara pejuang pro kemerdekaan Indonesia melawan tentara Inggris dan Belanda. Puncak dari pertempuran ini terjadi di bulan November 1945, 3 bulan setelah kemerdekaan RI. Tentara sekutu digandengi Belanda berusaha untuk menguasai Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia. Pertempuran ini sangat sengit dan dijadikan sebagai simbol nasional dengan ditetapkannya Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November.
Awanya Tentara sekutu mendarat di surabaya pada akhir October 1945, dimana pemuda surabaya merupakan benteng terkuat di surabaya. Terjadi pertempuran yang sangat sengit dengan 6000 tentara hindia belanda untuk menyelamatkan tawanan eropa. Bahkan Pemimpin tentara Inggris, Brigader Mallaby tewas tanggal 30 october 2008.
hal ini memicu sweeping dari tentara sekutu dan dibantu oleh angkatan udara mereka tanggal 10 November. Dalam operasi militer ini tentara sekutu berhasil menguasai surabaya selama 3 Hari. Namun arek-arek surabaya dengan senjata seadanya berhasil memberikan perlawanan yang sengit kepada tentara sekutu walaupun ribuan orang meninggal karena serangan ini dan sisanya melarikan diri ke daerah lain.
Serangan militer ini sebenarnya untuk meredam dan membatalkan kemerdekaan Republik Indonesia. Namun ternyata hal ini membangkitkan semangat di seluruh negeri ini untuk mempertahankan Kemerdekaan. Selain itu perjuangan di surabaya berhasil mendapatkan perhatian dari dunia. Sehingga dunia tahu bahwa Republik Indonesia merdeka dan memiliki dukungan yang sangat kuat dan luas dari Rakyatnya.
Sungguh besar jasa para pahlawan kita, tentunya sangat pantas jika pemerintah memberikan perhatian lebih lagi kepada para veteran perang kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya sebagai pelengkap dalam upacara bendera. Walaupun sebenarnya para veteran tidak mengharapkan pamrih dalam berjuang, sungguh heroik jiwa mereka.
Kemerdekaan yang diwariskan oleh para pejuang kita ini sebaiknya sebagai generasi muda kita meneruskan perjuangan mereka dengan melakukan pembangunan di segala bidang untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia tidak terkecuali suku, agama, ras dan budayanya. Jangan ada lagi ada diskriminasi kepada golongan minoritas. Mari kita memberantas kebodohan yang menyebabkan negara ini terpuruk dan terpecah-pecah.
Golongan mayoritas tentunya harus bijaksana dalam bersikap, sedangkan minoritas juga jangan takut untuk menyuarakan pendapatnya. Pembangunan nasional dan kesejahteraan sosial bakal tercapai jika setiap aspek masyarakat mengesampingkan egonya dan mulai bekerja sama. Tidak ada yang lebih baik dari hidup saling tolong menolong dan saling menghargai. Semoga hal ini tercapai di Indonesia.
Lahir pada tanggal 11-11-11
Puluhan bayi lahir pada tanggal, bulan, dan tahun yang dianggap sebagai angka "istimewa" yaitu 11 November 2011 di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang.
"Kami sudah menangani kelahiran delapan bayi yang lahir pada hari ini (11/11). Ada yang proses kelahirannya normal, ada pula yang operasi caesar," kata staf humas Rumah Sakit Roemani Semarang, Yuni Lestari, di Semarang, Jumat.
Dari kedelapan bayi tersebut, kata dia, dua bayi dilahirkan melalui persalinan normal dan enam bayi lainnya melalui operasi caesar, mulai Jumat (11/11) dini hari sekitar pukul 00.05 WIB sampai 15.00 WIB.
Ia menjelaskan, sebenarnya ada sembilan pasien yang diperkirakan akan melahirkan pada 11 November ini, delapan pasien sudah melahirkan, sedangkan satu pasien sementara ini masih menunggu proses persalinan.
Menurut dia, proses kelahiran bayi pada tanggal cantik di bulan November ini memang tidak direncanakan, baik oleh orang tua maupun pihak RS, dalam arti para pasien memang sudah tiba waktunya untuk melahirkan.
"Tindakan operasi dilakukan karena memang karena sudah waktunya melahirkan, namun kondisi pasien tidak memungkinkan, misalnya ketubannya telah pecah lebih dulu atau pasien tidak bisa tahan sakit," katanya.
Delapan bayi, kata Yuni, terdiri dari enam perempuan dan dua laki-laki yang lahir di tanggal cantik "11-11-11" itu dalam kondisi sehat dan beberapa bayi sudah ada yang dibawa pulang oleh keluarganya.
Setyana (27), salah satu pasien RS Roemani yang melahirkan normal di tanggal cantik, mengaku tidak merencanakan akan melahirkan pada Jumat ini, karena perkiraan awal kelahiran anaknya pada 12 November 2011.
"Ya tidak menyangka kalau akhirnya (kelahirannya, red.) maju satu hari jadi Jumat (11/11) ini. Saya senang sekali karena ini anak pertama," kata warga RT 01/RW 02 Pakintelan, Gunungpati, Semarang tersebut.
Istri dari Rudy Haryanto (29) itu mengaku telah menyiapkan nama untuk anak perempuan semata wayangnya yang lahir dengan berat 2,95 kilogram dan panjang 49 centimeter tersebut, yakni Andina Eka Latifa Az Zahra.
Hal yang sama juga terjadi di RS Panti Wilasa Citarum Semarang yang menangani kelahiran tujuh bayi pada 11 November ini, baik melahirkan melalui persalinan normal maupun dibantu dengan operasi caesar.
"Operasi caesar dilakukan karena memang sudah waktunya melahirkan, tidak ada yang dipacu untuk lahir hari ini (11/11)," kata Kepala Bagian Humas RS Panti Wilasa Citarum Semarang, St. Dwi Martanto.
Selain di dua RS tersebut, kelahiran bayi pada tanggal 11 November 2011 juga tercatat di RS Telogorejo dan RS St. Elisabeth Semarang yang masing-masing membantu proses kelahiran dua bayi.
"Kami sudah menangani kelahiran delapan bayi yang lahir pada hari ini (11/11). Ada yang proses kelahirannya normal, ada pula yang operasi caesar," kata staf humas Rumah Sakit Roemani Semarang, Yuni Lestari, di Semarang, Jumat.
Dari kedelapan bayi tersebut, kata dia, dua bayi dilahirkan melalui persalinan normal dan enam bayi lainnya melalui operasi caesar, mulai Jumat (11/11) dini hari sekitar pukul 00.05 WIB sampai 15.00 WIB.
Ia menjelaskan, sebenarnya ada sembilan pasien yang diperkirakan akan melahirkan pada 11 November ini, delapan pasien sudah melahirkan, sedangkan satu pasien sementara ini masih menunggu proses persalinan.
Menurut dia, proses kelahiran bayi pada tanggal cantik di bulan November ini memang tidak direncanakan, baik oleh orang tua maupun pihak RS, dalam arti para pasien memang sudah tiba waktunya untuk melahirkan.
"Tindakan operasi dilakukan karena memang karena sudah waktunya melahirkan, namun kondisi pasien tidak memungkinkan, misalnya ketubannya telah pecah lebih dulu atau pasien tidak bisa tahan sakit," katanya.
Delapan bayi, kata Yuni, terdiri dari enam perempuan dan dua laki-laki yang lahir di tanggal cantik "11-11-11" itu dalam kondisi sehat dan beberapa bayi sudah ada yang dibawa pulang oleh keluarganya.
Setyana (27), salah satu pasien RS Roemani yang melahirkan normal di tanggal cantik, mengaku tidak merencanakan akan melahirkan pada Jumat ini, karena perkiraan awal kelahiran anaknya pada 12 November 2011.
"Ya tidak menyangka kalau akhirnya (kelahirannya, red.) maju satu hari jadi Jumat (11/11) ini. Saya senang sekali karena ini anak pertama," kata warga RT 01/RW 02 Pakintelan, Gunungpati, Semarang tersebut.
Istri dari Rudy Haryanto (29) itu mengaku telah menyiapkan nama untuk anak perempuan semata wayangnya yang lahir dengan berat 2,95 kilogram dan panjang 49 centimeter tersebut, yakni Andina Eka Latifa Az Zahra.
Hal yang sama juga terjadi di RS Panti Wilasa Citarum Semarang yang menangani kelahiran tujuh bayi pada 11 November ini, baik melahirkan melalui persalinan normal maupun dibantu dengan operasi caesar.
"Operasi caesar dilakukan karena memang sudah waktunya melahirkan, tidak ada yang dipacu untuk lahir hari ini (11/11)," kata Kepala Bagian Humas RS Panti Wilasa Citarum Semarang, St. Dwi Martanto.
Selain di dua RS tersebut, kelahiran bayi pada tanggal 11 November 2011 juga tercatat di RS Telogorejo dan RS St. Elisabeth Semarang yang masing-masing membantu proses kelahiran dua bayi.
Langganan:
Postingan (Atom)











